Search the Topic You Want

Sabtu, 13 Juni 2015

Hanson Abraham                                                 
1801378184
Kamis, 4 Juni 2015
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)


Day 4

            Kamis kembali datang. Di saat aku datang, beberapa anak terlihat bermain-main di kursi ayun dan perosotan, ada pula yang mencoret-coret di papan tulis. Tak lama kemudian, suara boneka yang imut terdengar, pertanda bel masuk. Aku datang tepat waktu.
            Usai melantunkan doa, aku dan kelompokku memberikan materi mengenai kendaraan. Karena baru memberikan materi yang pertama kali, aku sedikit gugup dan bingung memikirkan cara untuk memancing perhatian anak-anak. Aku memperkenalkan berbagai kendaraan darat, seperti, mobil, truk, dan bahkan tank. Teman-teman ku yang lain menjelaskan kendaraan di air dan udara. Kami mengajak mereka untuk menghafal dan membaca nama-nama kendaraan tersebut. Hebatnya, sebagian besar kendaraan sudah mereka ketahui. Jadi, materi kami berlangsung cepat dan lancar. Karena gambar yang kami gunakan bisa digunakan untuk mewarnai, kami membagikan fotocopy materi kami kepada anak-anak untuk diwarnai. Mereka terlihat sangat senang dan antusias menanyakan kami untuk menggunakan warna yang tepat.
            Aku membantu beberapa anak untuk merapikan warnanya, ikut mewarnai, dan mengajarkan mereka untuk menulis nama pada gambar mereka. Setelah selesai mewarnai, beberapa anak diberi materi membaca sementara aku membantu Ibu Guru untuk menilai gambar mereka. Sebagian besar gambar sudah diwarnai dengan rapi, hanya saja mereka masih kurang mampu mewarnai bagian gambar yang kecil. Untuk itulah, setiap hari Rabu, Bunda memberikan pelajaran olahraga termasuk motorik halus agar anak-anak dapat mengendalikan jari mereka untuk mewarnai dan menulis dengan baik.
            Seiring rutinitas kunjungan ku ke PAUD Tunas Melati, aku mulai mengetahui urutan belajar, lantunan-lantunan lucu, dan metode yang sangat menarik dari Bunda. Suasana belajar yang santai, tapi tetap serius semakin mendekatkan ku dengan anak-anak. Mereka belajar tak hanya di dalam kelas, tetapi juga di saat bermain dan bersosialisasi dengan teman-teman mereka.

            Walau masih anak-anak, mereka terlihat disiplin dan menghormati sesama. Dari sana pun, nilai-nilai Pancasila lebih terasa dibandingkan kehidupan orang dewasa. Banyak pelajaran yang sepatutnya kita teladani dari anak kecil sekalipun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar