Hanson
Abraham
1801378184
Kamis, 4 Juni 2015
Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD)
Day
4
Kamis
kembali datang. Di saat aku datang, beberapa anak terlihat bermain-main di
kursi ayun dan perosotan, ada pula yang mencoret-coret di papan tulis. Tak lama
kemudian, suara boneka yang imut terdengar, pertanda bel masuk. Aku datang
tepat waktu.
Usai melantunkan doa, aku dan kelompokku memberikan
materi mengenai kendaraan. Karena baru memberikan materi yang pertama kali, aku
sedikit gugup dan bingung memikirkan cara untuk memancing perhatian anak-anak.
Aku memperkenalkan berbagai kendaraan darat, seperti, mobil, truk, dan bahkan
tank. Teman-teman ku yang lain menjelaskan kendaraan di air dan udara. Kami
mengajak mereka untuk menghafal dan membaca nama-nama kendaraan tersebut. Hebatnya,
sebagian besar kendaraan sudah mereka ketahui. Jadi, materi kami berlangsung
cepat dan lancar. Karena gambar yang kami gunakan bisa digunakan untuk
mewarnai, kami membagikan fotocopy materi kami kepada anak-anak untuk diwarnai.
Mereka terlihat sangat senang dan antusias menanyakan kami untuk menggunakan
warna yang tepat.
Aku membantu beberapa anak untuk merapikan warnanya, ikut
mewarnai, dan mengajarkan mereka untuk menulis nama pada gambar mereka. Setelah
selesai mewarnai, beberapa anak diberi materi membaca sementara aku membantu
Ibu Guru untuk menilai gambar mereka. Sebagian besar gambar sudah diwarnai
dengan rapi, hanya saja mereka masih kurang mampu mewarnai bagian gambar yang
kecil. Untuk itulah, setiap hari Rabu, Bunda memberikan pelajaran olahraga
termasuk motorik halus agar anak-anak dapat mengendalikan jari mereka untuk
mewarnai dan menulis dengan baik.
Seiring rutinitas kunjungan ku ke PAUD Tunas Melati, aku
mulai mengetahui urutan belajar, lantunan-lantunan lucu, dan metode yang sangat
menarik dari Bunda. Suasana belajar yang santai, tapi tetap serius semakin
mendekatkan ku dengan anak-anak. Mereka belajar tak hanya di dalam kelas,
tetapi juga di saat bermain dan bersosialisasi dengan teman-teman mereka.
Walau masih anak-anak, mereka terlihat disiplin dan
menghormati sesama. Dari sana pun, nilai-nilai Pancasila lebih terasa
dibandingkan kehidupan orang dewasa. Banyak pelajaran yang sepatutnya kita teladani
dari anak kecil sekalipun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar