Hanson
Abraham
1801378184
Rabu,
10 Juni 2015
Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD)
Day
5
Sudah memasuki hari kelima, mengajar di PAUD Tunas Melati
seakan sudah mengendap menjadi jadwal rutin ku. Aku datang cukup pagi dan
memasuki pintu PAUD. Sudah beberapa anak
datang dan bermain-main di kursi ayun dan perosotan. Aku pun ikut bermain
meramaikan suasana. Ketika Ibu Guru datang, beliau selalu disambut ramah oleh
anak-anak. Beliau seperti tokoh favorit mereka.
Setelah bel masuk berbunyi, anak-anak segera berlarian
memasuki kelas. Anak-anak mengawali aktivitas dengan lantunan doa, pembacaan
Pancasila, dan menyanyikan Indonesia raya. Karena daya saing yang tinggi,
seringkali mereka mengadu suara untuk menunjukkan siapa yang memiliki suara
terkeras. Ibu guru seringkali menegur anak-anak untuk tidak berteriak. Setelah
kegiatan pembukaan selesai, mereka segera berbaris untuk berolah raga.
Berhubung tidak hadirnya Bunda, olah raga berlangsung singkat dan padat. Setelah
tubuh anak-anak dibugarkan, Ibu Guru memberikan tugas mewarnai berbagai bentuk
bidang sederhana, seperti segitiga, lingkaran, persegi, dll untuk anak-anak
yang paling kecil. Sementara itu, anak-anak yang sudah besar diberikan tugas
mewarnai bidang dan berhitung.
Aktifitas PAUD selalu berlangsung menyenangkan. Ada saja
kejadian yang lucu dan konyol, seperti candaan di antara anak-anak, pembicaraan
mereka yang masih polos, bahkan sampai ada yang berlari-larian. Aku
membayangkan betapa sulitnya Ibu Guru menertibkan mereka sendirian. Biasanya,
aku berkeliling dan membantu anak-anak yang kurang rapi dan lambat mewarnai.
Sementara itu, teman-temanku yang lain mengajarkan cara membaca dan menulis angka-alfabet.
Dilihat dari jadwal belajar PAUD, memang lebih ditekankan
pada rekreasi anak-anak. Segala materi yang diberikan selalu dikemas dalam
suatu hal yang menarik perhatian anak-anak. Dari anak usia dini hingga orang
tua, kita semua lebih mudah menyerap pelajaran dengan contoh yang nyata. Bila
dilihat dari segi karakter, tentulah setiap pengajar dan
orang tua harus memberikan teladan dan contoh perbuatan baik yang nyata hingga
kelak mereka menjadi anak yang berakhlak mulia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar