Search the Topic You Want

Rabu, 03 Juni 2015

Hanson Abraham                                                 
1801378184
Rabu, 27 Mei 2015
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)


Day 2

            Pagi hari, aku sudah tiba di sekolah PAUD Tunas Melati. Baru beberapa anak saja yang hadir. Mereka memakai kaus olah raga berbaju ungu muda dan bercelana panjang ungu tua. Sambil menunggu kelas, mereka bermain kursi ayun dan mengobrol dengan orang tua mereka. Seakan tahu keperluanku, Ibu guru yang telah datang, menyilahkanku masuk dan memberitahu bahwa Bunda sudah ada di dalam. Aku belum mengenal guru tersebut. Beliau berbeda dengan guru minggu lalu.
            Tepat Pk 08.00, pelajaran diawali dengan doa dalam bentuk nyanyian. Setelah selesai berdoa, Bunda mulai mengarahkan anak-anak ke dalam posisi berbaris. Kali ini, Bunda mengajak ku untuk menggoyangkan tubuh bersama. Anak-anak terlihat bersemangat, bahkan ada juga yang keheranan saat aku ikut berolah raga. Mereka bercanda-tawa dan saling menjahili teman sebaris. Aku dan Bunda sedikit kerepotan mengatur tingkah mereka. Uniknya, olah raga yang dilakukan juga mengandung pelajaran lain, seperti mengenal anggota tubuh, mengenal gerakan-gerakan motorik halus, dan bahkan unsur berhitung serta uji konsentrasi. Aku dan Anak-anak harus mengikuti gerakan Bunda sambil menyebutkan anggota tubuh yang disebut. Dengan gerakan yang mengecoh, tak jarang kami keliru dan anak-anak pun mulai tertawa-tawa sambil bergoyang-goyang di lantai, wah sungguh heboh !
            Karena kelompok kami tidak membawa materi khusus, Bunda memulai sesi mewarnai dengan buku baru yang telah dibawanya. Beliau mulai menceritakan kisah dari buku bergambar tersebut dan mengajarkan mewarnai objek dengan warna yang tepat. Seperti biasa, aku berperan sebagai asisten Bunda, mengarahkan anak-anak mewarnai dengan rapi.
            Sambil memonitor kegiatan anak-anak, mereka cukup lancar dalam mewarnai. Walau warnanya masih belum tepat dan sedikit berantakan. Kira-kira 1 jam berlalu, kami dan Bunda mulai mengajarkan mereka membaca. Menurut pendapatku, mereka sudah lancar membaca alfabet dan kata-kata singkat, tapi belum hafal menuliskan huruf-huruf tersebut dan masih sulit membaca kata-kata yang lebih panjang. Khusus untuk siswa PAUD yang sebentar lagi memasuki SD, pengajaran berhitung dan membaca intens diberikan oleh Bunda.
            Hal yang berkesan bagiku ialah, sebuah tantangan besar untuk mengajari anak usia dini. Kami harus mampu untuk memahami karakternya yang beragam dan sulit dimengerti. Ada seorang anak yang sulit untuk diatur. Selama aku mengajar, Ia malah tertidur, bahkan Ia sempat mendorongku ketika aku menempati bangkunya. Sementara itu, terdapat pula seorang siswa PAUD yang sangat pintar dan rapi dalam mewarnai. Ia sangat cepat belajar. Karakter unik yang dimiliki oleh anak-anak PAUD membuatku semakin tertarik untuk mengajar.

            Makna kebhinekaan sangat terasa di dalam kelas PAUD. Aku senang diberi kesempatan untuk tak hanya mendidik kognitif, tetapi juga karakter persatuan di tengah perbedaan sifat mereka. Melalui lantunan dan nyanyian, kami belajar dan bersenang-senang. PAUD yang diberikan Bunda pun tertanam lebih  dalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar