Hanson
Abraham
Rabu,
27 Mei 2015
Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD)
Day
2
Pagi hari, aku sudah tiba di sekolah PAUD Tunas Melati.
Baru beberapa anak saja yang hadir. Mereka memakai kaus olah raga berbaju ungu
muda dan bercelana panjang ungu tua. Sambil menunggu kelas, mereka bermain
kursi ayun dan mengobrol dengan orang tua mereka. Seakan tahu keperluanku, Ibu
guru yang telah datang, menyilahkanku masuk dan memberitahu bahwa Bunda sudah
ada di dalam. Aku belum mengenal guru tersebut. Beliau berbeda dengan guru
minggu lalu.
Tepat Pk 08.00, pelajaran diawali dengan doa dalam bentuk
nyanyian. Setelah selesai berdoa, Bunda mulai mengarahkan anak-anak ke dalam
posisi berbaris. Kali ini, Bunda mengajak ku untuk menggoyangkan tubuh bersama.
Anak-anak terlihat bersemangat, bahkan ada juga yang keheranan saat aku ikut
berolah raga. Mereka bercanda-tawa dan saling menjahili teman sebaris. Aku dan
Bunda sedikit kerepotan mengatur tingkah mereka. Uniknya, olah raga yang
dilakukan juga mengandung pelajaran lain, seperti mengenal anggota tubuh,
mengenal gerakan-gerakan motorik halus, dan bahkan unsur berhitung serta uji
konsentrasi. Aku dan Anak-anak harus mengikuti gerakan Bunda sambil menyebutkan
anggota tubuh yang disebut. Dengan gerakan yang mengecoh, tak jarang kami
keliru dan anak-anak pun mulai tertawa-tawa sambil bergoyang-goyang di lantai,
wah sungguh heboh !
Karena kelompok kami tidak membawa materi khusus, Bunda
memulai sesi mewarnai dengan buku baru yang telah dibawanya. Beliau mulai
menceritakan kisah dari buku bergambar tersebut dan mengajarkan mewarnai objek
dengan warna yang tepat. Seperti biasa, aku berperan sebagai asisten Bunda,
mengarahkan anak-anak mewarnai dengan rapi.
Sambil memonitor kegiatan anak-anak, mereka cukup lancar
dalam mewarnai. Walau warnanya masih belum tepat dan sedikit berantakan.
Kira-kira 1 jam berlalu, kami dan Bunda mulai mengajarkan mereka membaca.
Menurut pendapatku, mereka sudah lancar membaca alfabet dan kata-kata singkat,
tapi belum hafal menuliskan huruf-huruf tersebut dan masih sulit membaca
kata-kata yang lebih panjang. Khusus untuk siswa PAUD yang sebentar lagi
memasuki SD, pengajaran berhitung dan membaca intens diberikan oleh Bunda.
Hal yang berkesan bagiku ialah, sebuah tantangan besar
untuk mengajari anak usia dini. Kami harus mampu untuk memahami karakternya
yang beragam dan sulit dimengerti. Ada seorang anak yang sulit untuk diatur.
Selama aku mengajar, Ia malah tertidur, bahkan Ia sempat mendorongku ketika aku
menempati bangkunya. Sementara itu, terdapat pula seorang siswa PAUD yang
sangat pintar dan rapi dalam mewarnai. Ia sangat cepat belajar. Karakter unik
yang dimiliki oleh anak-anak PAUD membuatku semakin tertarik untuk mengajar.
Makna kebhinekaan sangat terasa di dalam kelas PAUD. Aku
senang diberi kesempatan untuk tak hanya mendidik kognitif, tetapi juga
karakter persatuan di tengah perbedaan sifat mereka. Melalui lantunan dan
nyanyian, kami belajar dan bersenang-senang. PAUD yang diberikan Bunda pun tertanam
lebih dalam.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar