Hanson
Abraham
1801378184
Kamis,
11 Juni 2015
Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD)
Day
6
Hari ini, aku datang lebih awal. Pintu depan PAUD yang
tadinya rusak, telah dibetulkan oleh Bunda. Salah satu orang tua murid datang
dan melihat pintu masih tertutup. Ia berjalan ke belakang dan memberitahu Bunda
untuk membuka pintu. Setelah pintu dibuka, kami masuk ke dalam. Sambil
menunggu, aku bermain-main dengan anak yang sudah datang. Beberapa dari mereka
menantikan game di smartphone ku. Aku berusaha mengurangi
aktifitas mereka dalam bermain game handphone,
karena membuat mereka tidak berinteraksi dengan sesama nya. Saat ibu guru
datang, tak lupa mereka memberi salam lalu kembali bermain sambil menunggu bel
masuk dibunyikan.
Aku sempat membawakan mereka cerita dari buku yang telah
tersedia di rak PAUD. Buku tersebut penuh dengan gambar yang membuat mereka
penasaran. Kami sempat bermain tebak-tebakan dan membaca cerita bersama. Tak
lama, suara-suara lucu terdengar…pertanda bel masuk. Tak seperti biasanya,
anak-anak yang datang hanya berjumlah 6 orang. Banyak dari antara mereka yang
datang terlambat. Ibu guru segera memulai kelas dengan lantunan doa lalu dilanjutkan dengan sesi hitung-mewarnai.
Anak-anak yang baru memasuki PAUD, diberikan tugas mewarnai dan menghitung
gambar balon. Sementara, anak yang sebentar lagi memasuki SD diberi tugas untuk
mewarnai, menghitung, dan menulis.
Kelas berlangsung ramai, aku turut membantu anak-anak
yang kesulitan dan lambat mengerjakan tugas tersebut. Lucunya, ada yang iri
karena aku hanya membantu beberapa anak saja. Agar menghilangkan rasa tersebut,
aku membantu mereka menulis dan membaca. Masih ada anak-anak yang sulit diatur
sehingga Ibu Guru pun harus turun tangan mengajari mereka.
Seiring berjalannya waktu, kami semakin dekat. Begitu
banyak waktu yang kami habiskan bersama, tak hanya pada pemberian materi, tapi
juga ketika bermain dan bersenang-senang. Sekarang, aku mengerti bahwa
seseorang mampu mengajar dengan tulus apabila Ia menganggap murid-murid sebagai
miliknya, anaknya sendiri. Akhirnya, timbul lah rasa memiliki dan keinginan
untuk membuat mereka menjadi lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar